“Temu Ternak”: Inisiatif Mahasiswa IPB University untuk Tingkatkan Kesehatan Ternak di Desa Ngombakan
Ngombakan-Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sukoharjo 07 menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Mengusung tema CERDASKAN (Ciptakan Energi Masyarakat Desa Ngombakan), para mahasiswa berkomitmen memberikan kontribusinyata melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah program kerja Temu Ternak. Program ini dirancang sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesehatan ternak ruminansia milik warga, khususnya sapi, kambing, dan domba.
Kegiatan Temu Ternak terdiri dari dua tahap utama, yakni pendataan dan pemberian obat cacing.Pendataan dilakukan sejak Senin, 7 Juli hingga Jumat, 11 Juli 2025. Pada tahap ini, mahasiswa mendatangi kandang-kandang warga untuk mencatat data ternak, seperti jumlah, jenis kelamin, status kebuntingan, serta riwayat pemberian obat cacing sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan secara langsung dan partisipatif bersama pemilik ternak. Kemudian, berdasarkan hasil pendataan, dilakukan tahap kedua berupa pemberian obat cacing pada tanggal 15 dan 16 Juli 2025.
Berdasarkan hasil pendataan, tercatat terdapat setidaknya 18 peternak di Desa Ngombakan yang memiliki hewan ternak ruminansia. Dari seluruh peternakan tersebut, terdapat 249 ekor ternak yang terdiri dari sekitar 222 ekor domba, 24 ekor sapi, dan 3 ekor kambing. Beberapa peternak memiliki domba dalam jumlah besar, mencapai puluhan ekor, bahkan satu peternakan tercatat memiliki hingga 100 ekor domba. Jumlah ini mencerminkan bahwa domba merupakan ternak yang paling dominan di desa ini, sementara sapi juga cukup banyak dimiliki oleh warga sebagai aset ternak besar.
Pemberian obat cacing dilakukan secara selektif, menyasar ternak jantan dan betina yang telah dipastikan tidak dalam kondisi bunting. Selain itu, mahasiswa memastikan bahwa jarak
pemberian obat minimal tiga bulan dari pengobatan sebelumnya agar tidak terjadi efek samping yang membahayakan kesehatan hewan. Obat diberikan melalui metode oral yang telah disesuaikan dengan perbandingan bobot hewan ternak yang ada..
Infeksi cacing masih menjadi masalah tersembunyi namun berdampak besar dalam peternakan rakyat. Infeksi ini menyebabkan ternak mengalami penurunan nafsu makan, tubuh kurus, lemah, dan pada kasus tertentu dapat memicu komplikasi penyakit yang lebih parah. Dengan adanya pengobatan massal yang terukur dan terjadwal, mahasiswa berharap dapat membantu warga mencegah kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas hewan ternak.
Program Temu Ternak tidak hanya menjadi ajang praktik keilmuan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana edukasi bagi peternak. Warga diajak untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan secara rutin dan memahami pentingnya tindakan preventif. Mahasiswa juga memberikan informasi tambahan mengenai kebersihan kandang, manajemen pakan, dan jadwal pengobatan yang disarankan.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT IPB University tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra belajar bagi masyarakat desa. Semangat tema CERDASKAN diwujudkan dalam aksi nyata yang berorientasi pada pemberdayaan dan keberlanjutan. Diharapkan, upaya kecil ini menjadi langkah awal menuju desa yang lebih sehat, mandiri, dan berenergi—dimulai dari kandang ternak hingga ke masa depan masyarakatnya.