Garden Tower dan Refugia: Inovasi Mahasiswa IPB untuk Sawah Sehat di Ngombakan
Ngombakan-Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University, kelompok Sukoharjo 07 melanjutkan komitmennya dalam mewujudkan tema CERDASKAN (Ciptakan Energi Masyarakat Desa Ngombakan). Salah satu inisiatif yang telah dilaksanakan adalah program kerja Garden Tower yang dilangsungkan bersamaan dengan Sosialisasi Tanaman Refugia, bertempat di pelataran sawah Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025, dan diikuti oleh para petani yang
tergabung dalam kelompok tani setempat. Program ini bertujuan untuk mendorong
pemanfaatan lahan pekarangan dan ruang terbuka secara lebih produktif, sekaligus
memperkenalkan metode pengendalian hama ramah lingkungan melalui pendekatan hayati.
Garden Tower adalah model pertanian vertikal sederhana yang memungkinkan penanaman berbagai jenis sayuran di lahan terbatas. Dalam kegiatan ini, Garden Tower disusun dan dipamerkan di halaman Balai Desa sebagai contoh implementasi pertanian pekarangan yang efisien dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi sangat relevan bagi warga yang memiliki lahan sempit, karena dengan metode ini mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.
Bersamaan dengan itu, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi mengenai tanaman
refugia, yaitu jenis tanaman berbunga yang ditanam di sekitar areal persawahan untuk menarik serangga musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid. Refugia berperan penting dalam menurunkan populasi hama, khususnya wereng, yang selama ini menjadi ancaman utama bagi petani padi. Tanaman seperti kenikir, bunga kertas, dan bunga matahari dipilih karena terbukti efektif menarik serangga berguna serta mempercantik lingkungan.
Penanaman benih dilakukan langsung oleh mahasiswa bersama petani, dengan menempatkan tanaman refugia pada titik-titik strategis di pinggiran sawah. Metode ini tidak hanya membantu pengendalian hama secara alami, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang dapat merusak ekosistem tanah dan merugikan kesehatan jangka panjang.
Program ini disambut positif oleh petani, karena memberikan solusi praktis dan berbasis ilmu pengetahuan terhadap persoalan pertanian sehari-hari. Selain itu, sinergi antara mahasiswa dan kelompok tani menciptakan ruang belajar dua arah yang memperkuat kapasitas lokal dalam mengelola pertanian berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, kelompok KKNT IPB University Sukoharjo 07 kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian pangan, peningkatan ketahanan
ekosistem pertanian, dan pembangunan desa berbasis potensi lokal. Tema CERDASKAN bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan secara nyata melalui langkah-langkah kecil yang berdampak besar bagi keberlanjutan desa.